Minggu, 15 Maret 2015



Abstrak
PT.PLN (Persero) merupakan salah satu badan usaha yang pada aktivitasnya memerlukan informasi yang akurat, cepat, relevan dan lengkap untuk diketahui atau diakses oleh masyarakat. Akan tetapi faktanya data yang ada belum reintegrasi. Hal ini karena informasi mengenai PT.PLN (Persero) masih diketahui oleh kalangan terbatas. Oleh karena itu dengan adanya web mengenai perusahaan tersebut masyarakat luas dapat mengaksesnya. Begitu juga web juga harus dilakukan analisis agar web tersebut sesuai dengan perkembangan jaman. Maka melalui analisis ini diharapkan dapat membangun sebuah web yang dapat menutupi kekurangan- kekurangan tersebut dan dapat memenuhi kebutuhan informasi baik pihak PT.PLN (Persero) maupun masyarakat.
Dalam Analisis untuk pengembangan web ini digunakan kriteria analisis dari beberapa tampilan web tersebut. Adapun hasil akhir dari analisis ini mengenai web PT.PLN (Persero) jika dilihat dari kriteria- kriteria situs web yang baik seperti Usability, Sistem Navigasi (struktur), Desain Visual, Konten dan lain sebagainya belum sepenuhnya memenuhi kriteria- kriteria tersebut, karena masih terdapat kekurangan dalam pengembangan web ini.
Kunci Web PT.PLN (Persero) : PT.PLN (Persero), Web, Analisis Web, Kriteria Web.

Pengkajian Web PT. PLN (Persero)
A. Logo dan Nama Perusahaan
Logo perusahaan dalam website-nya merupakan suatu hal yang sangat penting, karena dengan adanya logo, dapat mencerminkan perusahaan tersebut atau dapat menjadi brand perusahaan itu. Sebenarnya, bukan hanya logo saja yang menunjukkan brand suatu perusahaan, akan tetapi ada beberapa hal juga yang dapat menunjukkan brand suatu perusahaan, yaitu slogan, warna website , dan produk/jasa layanannya. Atribut-atribut tersebut memberikan identitas dan kepribadian pada individu, organisasi, ataupun perusahaan.
     Logo yang ditampilkan pada web PT PLN Persero ini sudah benar berada pada sebelah kiri atas halaman, dan disertai pula dengan nama perusahaannya, PT PLN (Persero). Letak logo pada kiri atas sudah menjadi aturan umum dalam merdesain suatu web. Akan tetapi, ada beberapa kekurangan yang terjadi dalam hal logo ini, yaitu :
·         Adanya ketidakkonsistenan dalam peletakkan posisi logo dalam tiap halaman web. Dapat dilihat pada Gambar 1 yang menunjukkan posisi logo berada pada kiri atas dan Gambar 2 yang menunjukkan posisi logo tidak pada kiri atas, tidak sama dengan posisi pada halaman utama. Ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penempatan logo.
Solusi : Sebaiknya logo tetap konsisten berada pada kiri atas tiap halaman, meskipun beralih ke halaman lain dalam web tersebut.
·         Logo dan nama perusahaan jika diklik akan menuju ke halaman utama.
Solusi : Sebaiknya hanya logo saja yang jika diklik menuju ke halaman utama.
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/1.jpg?w=300&h=295
Gambar 1 Halaman utama web PT . PLN (Persero)
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/2.jpg?w=300&h=216

Gambar 2 Ketidakkonsistenan dalam penempatan logo
Dapat terlihat dengan jelas bahwa logo pada Gambar 2 tidak pada posisi kiri atas, tetapi malah berada pada posisi tengah atas.
B. Link
Navigasi dapat ditampilkan dalam berbagai media, yaitu teks, image, ataupun animasi. Untuk navigasi teks, biasanya ditandai dengan adanya garis bawah pada teks tersebut, atau warna yang berbeda pada latarnya. Garis bawah pada teks dipergunakan untuk membedakan apakah teks tersebut adalah link atau bukan. Link biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi pada halaman lain.
Pada web ini, pada navigasi teksnya sudah ada penanda yang membedakan apakah teks tersebut link atau bukan, yakni ditandai dengan adanya garis bawah pada teksnya dan ada perbedaan warna latar hurufnya. Selain itu, web ini juga dilengkapi dengan adanya feedback untuk memudahkan pengunjung jika ingin kembali pada halaman utama, seperti Beranda (halaman utama). Untuk kembali ke halaman sebelumnya, web ini mengandalkan tombol Back yang ada pada browser.
Ada beberapa kekurangan yang ditemui pada penggunaan link ini, yaitu :
·         Hanya beberapa link saja yang ada penanda bahwa link tersebut sudah dikunjungi (berubah warna jika link telah dikunjungi). Rata-rata link yang ada dalam web tidak berubah warna ketika sudah dikunjungi oleh pengunjung. Dapat dilihat pada Gambar 3 menunjukkan bahwa Laporan Tahunan 2004 dan 2005 sudah pernah dikunjungi, dan Gambar 4 yang menunjukkan bahwa link Laporan Tahunan tidak berubah warna, meskipun pengunjung sudah beralih ke menu Statistik.
Solusi : Sebaiknya dibedakan antara link yang pernah digunakan dengan yang belum digunakan pengunjung. Agar pengunjung lebih mudah mengingat link-link mana saja pernah dikunjungi.
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/3.jpg?w=300&h=282
                               Gambar 3 Link yang berubah warna setelah dikunjungi      
                                                     
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/41.jpg?w=300&h=51
Gambar 4 Link yang tidak berubah warna, padahal sudah pernah dikunjungi
·         Adanya ketidakkonsistenan dalam link yang dituju, padahal link yang diklik merupakan link dengan nama yang sama. Pada submenu Investor Relations (cabang menu Internal) dan pada menu langsung Investor Realtions yang disertai dengan simbol image. Kedua link ini padahal sama, tetapi berbeda hasil tampilannya setelah diklik. Jika submenu Investor Relations ini diklik, ada pilihan menu lagi Investor Relations(Public), yang menuju ke halaman yang bersangkutan dan Investor Relations(Local. ), yang menuju halaman yang bersangkutan, tapi error (error disini dikarenakan halaman ini hanya dapat diakses wilayah lokal).. Sedangkan pada menu langsung Investor Realtions yang disertai dengan simbol image ternyata akan langsung menuju halaman Investor Relations(Local), tidak ada pilihan menu seperti yang ada pada menu Internal, Investor Relations. Dapat dilihat pada Gambar 5 dan Gambar 6.
Solusi : Sebaiknya dengan nama menu yang sama, memiliki pilihan menu yang sama pula (link yang dituju sama), sehingga tidak membuat pengunjung bingung dengan keadaan seperti yang dijelaskan di atas.
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/5.jpg?w=300&h=152
Gambar 5 Menu Internal, Inverstor Relations yang memiliki dua (2) pilihan menu.
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/6.jpg?w=300&h=175
Gambar 6 Menu Investor Relations yang jika diklik langsung menuju halaman Inverstor Relations (Local).
·         Adanya simbol-simbol image yang ambigu. Simbol-simbol ini berkesan sebagai tombol atau link yang dapat diklik dan menuju ke halaman lain, padahal kenyataannya tidak seperti itu, hanya image biasa. Dapat dilihat pada Gambar 6 di atas.
Solusi : Sebaiknya jangan membuat simbol image yang berkesan sebagai tombol, padahal bukan tombol atau link.
·         Ditemukan simbol yang aneh berbentuk kotak kecil tepat pada form menu Simulasi Pasang Baru.
Dapat dilihat pada Gambar 7.
Solusi : Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti itu harus dihindari. Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/71.jpg?w=300&h=85
Gambar 7 Simbol aneh berbentuk kotak kecil tepat pada form menu Simulasi Pasang Baru.
·         Web ini terlalu banyak menggunakan link, sehingga tidak efisien.
Solusi :Sebaiknya jangan terlalu banyak menggunkan link. Sediakan seperlunya saja, sehingga pengunjung bisa mendapatkan informasi dalam web ini dengan cepat dan mudah.
C. Konten
Konten merupakan bagian yang penting dalam sebuah website, tanpa konten yang berguna, maka kurang berartilah suatu website, karena tujuan pengunjung dalam mengunjungi web adalah terletak pada konten tersebut.
Konten-konten yang ada dalam web PT. PLN Persero ini up-to-date dan sangat berguna bagi pengunjung karena di web ini, pengunjung dapat memperoleh informasi segala hal yang berhubungan dengan penyediaan tenaga listrik yang disediakan oleh PT. PLN Persero. Disini pengunjung dapat melakukan simulasi rekening, simulasi perubahan daya, dan simulasi pasang baru, yang kemudian web akan memprosesnya. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat info tagihan listrik melalui Info Rekening. Melalui menu ini, pengunjung dimudahkan dengan hanya memasukkan ID Pelanggan saja, dapat langsung melihat info tagihan bulanannya.
Akan tetapi, dalam web ini ada beberapa kekurangan yang terjadi dalam hal konten, yaitu :
·         Tidak update-nya Copyright yang ada pada bagian kanan bawah web. Kesalahan kecil, tetapi dapat mempengaruhi pengunjung, bisa saja pengunjung langsung mengira bahwa informasi yang ada dalam web ini tidak update.
Solusi : Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti harus dihindari. Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
D. Tampilan Web
Layout merupakan proses penataan dan pengaturan teks atau grafik pada halaman web yang meliputi penyusunan, pembagian tempat dalam suatu halaman, pengaturan jarak spasi, pengelompokan teks atau grafik, dan penekanan pada suatu bagian tertentu. Kriteria suatu layout dianggap baik, yaitu It Works (menapai tujuannya), It Organizes (ditata dengan baik) dan It Attracts (menarik bagi pengguna). Layout ini sangat mempengaruhi tampilan web yang akan dilihat oleh pengunjung.
Tampilan dalam web ini secara umum tidak konsisten. Jika masih pada halaman utama,, bagian atas (header), menu-menu utama, menu-menu penunjang, dan footer dapat dikatakan masih konsisten, dan tertata dengan rapi. Akan tetapi, jika sudah membuka menu-menu yang ada dalam web ini, contohnya:
·         Membuka halaman Warta PLN yang pada menu utama Berita, maka akan terlihat halaman yang tidak konsisten, terjadi perubahan letak yang cukup besar, sehingga tertihat tidak tertata dengan rapi. Dapat dilihat pada Gambar 1.
Solusi : Sebaiknya setiap halaman web didesain dengan memperhatikan prinsip-prinsip kekonsistenan pada margin, layout, huruf, warna, dan navigasi. Dalam hal ini, perlu diperhatikan sekali dalam hal layout, seperti yang dijelaskan di atas, sebuah layout harus ditata dengan baik sehingga dihasilkan tampilan yang baik pula dan pengunjung web dapat berpindah dari satu bagian kebagian lain dengan mudah dan cepat.
E. Huruf (Font)
Salah satu prinsip kekonsistenan dalam mendesain web adalah kekonsistenan dalam hal huruf (font). Penggunaan huruf yang ideal dalam setiap halaman web, yakni satu hingga tiga jenis huruf, jangan sampai melebihi tiga atau empat jenis huruf. Sedangkan ukuran huruf yang ideal untuk isi halaman web adalah 10-14 point dan judul adalah 14-30 point. Dalam memilih huruf, sesuaikan dengan tema web dan font berbeda hanya digunakan untuk memberi penekanan atau untuk membedakan antarkonten pada web. Perlu diatur juga leading (spasi antara dua baris teks) dan kerning-nya (jarak spasi antarhuruf).
Secara umum, penggunaan huruf dalam web ini konsisten, baik dari segi jenis huruf yang dipakai, pengaturan leading dan kerning-nya, dan ukuran hurufnya. Akan tetapi, tidak sepenuhnya konsisten, ada penggunaan huruf yang tidak konsisten pada web ini, yaitu :
·         Penggunaan huruf yang berbeda pada Simulasi Rekening dengan dua simulasi lain yang ada pada menu Simulasi Padahal, dua submenu yang ada pada Simulasi, yakni Simulasi Pasang Baru dan Simulasi Perubahan Daya memiliki bentuk form, jenis dan ukuran huruf yang sama, tetapi tidak pada Simulasi Rekening. Hal ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan huruf. Pada menu Simulasi Pasang Baru dan Simulasi Perubahan Daya menunjukkan penggunaan huruf yang konsisten sedangkan pada menu Simulasi Rekening menunjukkan penggunaan huruf yang tidak konsisten, terlihat jelas bahwa ukuran hurufnya tidak sama dengan menu Simulasi yang lain.
Solusi : Sebaiknya, penggunaan huruf pada tiap halaman web harus konsisten. Apalagi pada kasus ini, dimana ada menu yang sama (sama-sama merupakan bagian dari menu Simulasi), tetapi penggunaan huruf yang dipakai tidak konsisten.

F. Ruang Kosong (Whitespace)
Ruang kosong atau whitespacebiasan disebut dengan ruang negatif karena menggambarkan suatu runag terbuka di antara elemen-elemen desain. Runag kosong memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout, menegaskan sebuah elemen, atau sebagai tempat istirahat bagi mata. Ruanag kososng sangat besar pengaruhnya dalam sebuah layout. Ruang kososng ibarat ruang yang disediakan untuk bernafas atau beristirahat. Ruang kosong juga membantu mengarahkan mata pembaca dari satu titik ke titik lain sehingga semua isi situs web dapat dinikmati dan dibaca dengan lebih nyaman.
Permasalahan penggunaan ruang kosong dalam web ini, yakni :
·         Ruang kosong yang terdapat dalam web ini terlalu banyak, contohnya dapat dilihat pada Warta PLN yang ada dalam menu Berita. Ketika menu Berita diklik, ada beberapa pilihan menu yang ditampilkan, salah satunya adalah Warta PLN. Jika menu ini diklik, halaman yang akan ditampilkan seperti pada Gambar 10 di atas. Isi dari menu Warta PLN ditampilkan dalam bentuk vertikal dan berada pada sebelah kanan halaman web. Sehingga dapat terlihat dengan jelas bahwa ada banyak ruang kosong yang terbentuk dan ini menimbulkan kesan kosong pada halaman tersebut.
Solusi :Sebaiknya, berikan ruang kosong seperlunya saja, yang sekiranya dapat member ruang bagi pengunjung web untuk istirahat atau bernafas sejenak.
G. Bahasa
Bahasa sangat penting dalam sebuah web. Dalam web, bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pengguna, mencerminkan profesionalitas dan bagus atau tidaknya sebuah perusahaan. Oleh karena itu, tata bahasa sebaiknya menjadi perhatian yang tidak kalah penting selain rancangan tampilannya..
Pada web PT PLN Persero ini, ditemukan beberapa kesalahan dalam penggunaan bahasa, yaitu :
·         Pada menu utama Info Korporate, terdapat ejaan yang salah, yakni terletak padaKorporate. Ini merupakan masalah yang kecil, tetapi dapat mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
Solusi : Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti ini harus dihindari. Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini. Oleh karena itu, perlu ketelitian dalam merancang suatu situs web. Korporate disini ada baiknya jika diganti dengan Perusahaan. Korporate disini tidak jelas bahasanya, bahasa Inggris bukan, Indonesia pun juga bukan.
·         Pada drop-down list bahasa, pengunjung dapat memilih pilihan bahasa yang diinginkan jika mengunjungi web ini. Ada dua (2) pilihan bahasa, yakni English (United States) dan Bahasa Indonesia (Indonesia). Pada pilihan bahasa Inggris, jika pengunjung memilih ini, seharusnya semua teks yang berbahasa Indonesia akan langsung berubah menjadi bahasa Inggris. Akan tetapi, pada kenyataannya web ini tidak begitu, jadi masih ada menu yang berbahasa Indonesia, meskipun sudah dipilih English (United States). Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan dalam bahasa pada web PT PLN Persero ini. Dapat dilihat pada menu Profil Perusahaan. Ketika dipilih English, menu ini tetap dengan bahasa Indonesia.
Solusi : Sebaiknya, jika suatu situs web memutuskan untuk ada pilihan bahasa dalam webnya, maka perlu diperhatikan pada teks-teks yang ada pada halaman web ini. Jika pengunjung memilih English, maka semua teks yang ada dalam web akan berubah menjadi bahasa Inggris.
H. Breadcrumb
Breadcrumb digunakan untuk menginformasikan kepada pengunjung mengenai posisi mereka saat ini. Selain itu, pengunjung juga dapat menelusuri path yang telah dilaluinya sampai berada di posisi saat ini sehingga pengguna dengan mudah dapat kembali ke halaman sebelumnya. Pada web ini tidak terdapat breadcrumb.
Solusi : Sebaiknya bila perlu, buatkan breadcrumb pada web ini. sehingga mempermudah pengunjung dalam menjelajah situs dengan cepat dan agar mereka tahu lokasi dan kedalaman kunjungan mereka di dalam situs web.

I. Pencarian
Pencarian merupakan salah satu fitur yang harus ada pada sebuah website. Fitur Pencarian akan memudahkan pengunjung dalam menemukan informasi tertentu yang ada di web dengan mudah dan cepat. Pengunjung hanya memasukkan beberapa kata sebagai kata kunci dan sistem web akan menampilkan halaman hasil yang sesuai dengan kata kunci. Penggunaan fitur ini tentu lebih menghemat waktu pengunjung daripada harus browsing ke semua halaman web untuk mendapatkan informasi tertentu.
·         Pada fitur Pencarian di web ini, tulisan Search seperti tulisan biasa saja yang tidak dapat diklik. Akan tetapi, ternyata tulisan Search tersebut merupakan tulisan yang dapat diklik setelah pengunjung memasukkan kata kunci yang ingin dicari.
Solusi : Sebaiknya, supaya tidak terjadi keambiguan apakah teks tersebut dapat diklik atau bukan, maka perlu ditambahkan tombol Search pada fungsi Pencarian tersebut, yaitu diletakkan pada sebelah kanan dari searchbox. Dengan adanya tombol Search ini, dapat memudahkan pengunjung dalam menggunkan fitur Pencarian ini.

J. Browser
Situs web harus kompatibel dengan berbagai perangkat tampilannya (browser). Salah satu cara dalam meningkatkan kompatibilitas suatu situs web adalah dengan mengetesnya pada berbagai browser lain.
Web ini dapat dibuka pada browser Interner Eksplorer dan Mozilla Firefox. Akan tetapi, ada perbedaan yang mencolok ketika situs dibuka pada kedua browser tersebut. Seperti yang terlihat pada Gambar 5 dan Gambar 8.
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/82.jpg?w=300&h=160
Gambar 8 Tampilan pada Internet Eksplorer
Perbedaan yakni terletak pada tampilan menu utama ketika diklik di halaman utama. Gambar 5 menunjukkan tampilan pada Mozilla Firefox. Pada browser ini, situs web tidak dapat dibuka dengan baik, jika mengklik menu utama, dimana menu utama tersebut memiliki sub-submenu, hasilnya tidak akan bagus, karena sub-submenu tersebut akan terbuka di belakang tampilan flash yang ada halaman utama. Hasilnya, kita tidak dapat melihat ini sub-submenu yang ada pada menu tersebut. Dapat dilihat dengan jelas pada Gambar 5, dimana gambar ini menunjukkan menu Internal yang diklik, kemudian ada beberapa sub-submenu yang ditampilkan, tetapi tidak kelihatan, yang kelihatan hanya submenu Investor Relations (Public dan Local). Ini cukup mengganggu pengunjung ketika mereka mengunjungi web ini. Hal ini dapat mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
·         Gambar 8 menunjukkan tampilan pada Internet Eksplorer. Terlihat dengan jelas bahwa menu utama yang ditampilkan tidak ada masalah seperti pada tampilan ketika dibuka pada Mozilla Firefox. Menu utama dan sub-submenu dapat terlihat dengan jelas, tidak berada di belakang tampilan flash, sehingga tidak mengganggu pengunjung ketika mereka mengunjungi web ini. Ternyata, di halaman lain pada web ini, yakni pada halaman Info Rekening, di bagian Copyright-nya ada keterangan yang tertulis Best view with Internet Eksplorer, seperti terlihat pada Gambar 9. Seharusnya pengembang tidak mengspesifikan tampilan yang baik pada browser teretntu, karena ini hanya akan mempersulit pengunjung saja.
Solusi : Sebaiknya, pengembang tidak menspesifikan tampilan yang baik pada browser tertentu saja, tetapi harus kompatibel pada berbagai perangkat tampilan (browser). Pengembang situs perlu mempertimbangkan bila browser yang dipakai pengunjung web bisa browser yang berbeda, versi yang berbeda atau dengan setting yang berbeda pula. Oleh karena itu, kompatibilats pada berbagai browser perlu diperhatikan oleh pengembang web.
http://unee87.files.wordpress.com/2008/06/92.jpg?w=300&h=36
Gambar 9 Tulisan Best view with Internet Eksplorer
K. Resolusi Layar
Resolusi layar merupakan hal yang sangat penting dalam tampilan suatu web pada saat pengunjung mengaksesnya. Pengembang web harus memperhatikan ini, apalagi mengenai lebar (width) halaman web. Jika lebar dari halaman web melebihi resolusi komputer pengguna, maka ketika pengunjung mengakses halaman web, pengunjung harus melakukan scrolling ke samping untuk melihat seluruh konten. Hal ini tentu saja dapat mempersulit pengunjung web dalam mendapatkan informasi yang ada pada web tersebut. Ada dua cara dalam menghadapi permasalahan resolusi layar tersebut. Pertama yakni dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu, sehingga tidak perlu ada scroll ke samping. Kekurangannya, dengan lebar halaman yang hanya 800 piksel tidak banyak informasi yang dapat disampaikan. Yang kedua yakni dengan menggunakan ukuran yang dinamis. Lebar halaman web didefinisikan dengan menggunakan ukuran persentase. Misalnya, jika lebar halaman didefenisikan 80% maka ketika dibuka pada komputer dengan resolusi berapapun, maka lebar halamannya akan memenuhi 80% dari lebar layar. Cara ini merupakan cara yang lebih baik daripada cara yang pertama karena tidak bergantung kepada resolusi komputer pengguna. Penyampaian informasi pada halaman web juga menjadi lebih efektif karena jika resolusi komputer pengguna tinggi, maka informasi yang akan ditampilkan juga lebih banyak. Jika komputer pengguna memiliki resolusi rendah, maka informasi pada halaman web tetap tersaji dengan baik karena tidak ada scrolling ke samping.
·         Web ini mengalami masalah dalam hal penyajian tiap halaman web, karena ada beberapa halaman yang penyajiannya memerlukan scroll ke samping. Situs ini sepertinya hanya menggunakan pengaturan resolusi yang manual, yakin dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu.
Solusi : Sebaiknya pengembang web ini menggunakan cara yang terakhir dalam pengaturan resolusi layarnya, yakni dengan menggunakan ukuran dinamis (lebar halaman web didefinisikan dengan menggunakan persentase), sehingga halaman web ini dapat menyesuaikan dengan resolusi komputer.

L. Scrolling
Seperti yang telah dibahas sebelumnya mengenai resolusi layar, dijelaskan bahwa resolusi layar situs web mempengaruhi adanya scrolling pada halaman web. Yang perlu dihindari dalam perancangan web adalah adanya scrolling ke samping pada halaman web, karena scrolling ke samping ini akan mempersulit pengunjung dalam mendapatkan informasi. Biasanya pengunjung web akan merasa malas jika harus ada scrolling ke samping.
Adapun permasalahan scrolling yang ditemui pada web ini, yaitu :
·         Dalam web ini ditemui adanya scrolling ke samping. Tidak hanya satu halaman saja yang ada scrolling ke sampingnya, akan tetapi ada beberapa halaman yang mengharuskan pengunjung web melakukan scrolling untuk mendapatkan informasi. Ini sungguh mempersulit pengunjung web. Scrolling ke samping pada web ini dapat dilihat pada Gambar 10.
Solusi : Sebaiknya, pengembang melakukan pengaturan resolusi layar dengan hati-hati sehingga tidak terjadi hal seperti ini. Pengembang dapat melakukan pengaturan resolusi layar dengan menggunakan ukuran dinamis (ukuran persentase).
Gambar 10 Scrolling ke samping
M. Warna
Warna termasuk unsure yang penting dalam mendesain suatu situs web. Warna dapat menimbulkan kesan pertama kepada pengunjung ketika menjelajah sebuah situs web, karena warna adalah hal yang pertama dilihat terutama background. Pilihan warna harus sesuai dengan brand perusahaan atau organisasi atau individu pemiliknya. Misalnya, untuk situs komunitas, sebaiknya menggunkan warna-warna hangat yang dapat membuat suasana lebih santai. Untuk situs informasi, dimana konten lebih dominan , sebaiknya menggunakan warna yang simple dan tidak mencolok.
Kombinasi warna yang digunakan dalam web PT. PLN Persero ini konsisten dan serasi. Tidak ada warna yang mencolok, sesuai dengan pengunjung yang akan mengakses web ini, yaitu orang dewasa. Dapat dilihat pada gambar-gambar halaman di atas






















welcome to my blog

hallo...word !!!!