Abstrak
PT.PLN (Persero) merupakan salah satu badan usaha
yang pada aktivitasnya memerlukan informasi yang akurat, cepat, relevan dan
lengkap untuk diketahui atau diakses oleh masyarakat. Akan tetapi faktanya data
yang ada belum reintegrasi. Hal ini karena informasi mengenai PT.PLN (Persero)
masih diketahui oleh kalangan terbatas. Oleh karena itu dengan adanya web
mengenai perusahaan tersebut masyarakat luas dapat mengaksesnya. Begitu juga
web juga harus dilakukan analisis agar web tersebut sesuai dengan perkembangan
jaman. Maka melalui analisis ini diharapkan dapat membangun sebuah web yang
dapat menutupi kekurangan- kekurangan tersebut dan dapat memenuhi kebutuhan
informasi baik pihak PT.PLN (Persero) maupun masyarakat.
Dalam Analisis untuk pengembangan web ini digunakan
kriteria analisis dari beberapa tampilan web tersebut. Adapun hasil akhir dari
analisis ini mengenai web PT.PLN (Persero) jika dilihat dari kriteria- kriteria
situs web yang baik seperti Usability, Sistem Navigasi (struktur), Desain
Visual, Konten dan lain sebagainya belum sepenuhnya memenuhi kriteria- kriteria
tersebut, karena masih terdapat kekurangan dalam pengembangan web ini.
Kunci Web PT.PLN (Persero) :
PT.PLN (Persero), Web, Analisis Web, Kriteria Web.
Pengkajian
Web PT. PLN (Persero)
A.
Logo dan Nama Perusahaan
Logo perusahaan dalam
website-nya merupakan suatu hal yang sangat penting, karena dengan adanya logo,
dapat mencerminkan perusahaan tersebut atau dapat menjadi brand perusahaan itu.
Sebenarnya, bukan hanya logo saja yang menunjukkan brand suatu perusahaan, akan
tetapi ada beberapa hal juga yang dapat menunjukkan brand suatu perusahaan,
yaitu slogan, warna website , dan produk/jasa layanannya. Atribut-atribut
tersebut memberikan identitas dan kepribadian pada individu, organisasi,
ataupun perusahaan.
Logo yang ditampilkan pada web PT PLN
Persero ini sudah benar berada pada sebelah kiri atas halaman, dan disertai
pula dengan nama perusahaannya, PT PLN (Persero). Letak logo pada kiri atas
sudah menjadi aturan umum dalam merdesain suatu web. Akan tetapi, ada beberapa
kekurangan yang terjadi dalam hal logo ini, yaitu :
·
Adanya ketidakkonsistenan dalam
peletakkan posisi logo dalam tiap halaman web. Dapat dilihat pada Gambar 1 yang
menunjukkan posisi logo berada pada kiri atas dan Gambar 2 yang menunjukkan
posisi logo tidak pada kiri atas, tidak sama dengan posisi pada halaman utama.
Ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penempatan logo.
Solusi
:
Sebaiknya logo tetap konsisten berada pada kiri atas tiap halaman, meskipun
beralih ke halaman lain dalam web tersebut.
·
Logo dan nama perusahaan jika diklik
akan menuju ke halaman utama.
Solusi
:
Sebaiknya hanya logo saja yang jika diklik menuju ke halaman utama.
Gambar
1 Halaman utama web PT . PLN (Persero)
Gambar
2 Ketidakkonsistenan dalam penempatan logo
Dapat terlihat dengan jelas bahwa logo pada Gambar 2
tidak pada posisi kiri atas, tetapi malah berada pada posisi tengah atas.
B.
Link
Navigasi dapat
ditampilkan dalam berbagai media, yaitu teks, image, ataupun animasi. Untuk
navigasi teks, biasanya ditandai dengan adanya garis bawah pada teks tersebut,
atau warna yang berbeda pada latarnya. Garis bawah pada teks dipergunakan untuk
membedakan apakah teks tersebut adalah link atau bukan. Link biasanya digunakan
untuk mendapatkan informasi pada halaman lain.
Pada web ini, pada
navigasi teksnya sudah ada penanda yang membedakan apakah teks tersebut link
atau bukan, yakni ditandai dengan adanya garis bawah pada teksnya dan ada
perbedaan warna latar hurufnya. Selain itu, web ini juga dilengkapi dengan
adanya feedback untuk memudahkan pengunjung jika ingin kembali pada halaman
utama, seperti Beranda (halaman utama). Untuk kembali ke halaman sebelumnya,
web ini mengandalkan tombol Back yang ada pada browser.
Ada beberapa kekurangan yang ditemui pada penggunaan
link ini, yaitu :
·
Hanya beberapa link saja yang ada
penanda bahwa link tersebut sudah dikunjungi (berubah warna jika link telah
dikunjungi). Rata-rata link yang ada dalam web tidak berubah warna ketika sudah
dikunjungi oleh pengunjung. Dapat dilihat pada Gambar 3 menunjukkan bahwa
Laporan Tahunan 2004 dan 2005 sudah pernah dikunjungi, dan Gambar 4 yang
menunjukkan bahwa link Laporan Tahunan tidak berubah warna, meskipun pengunjung
sudah beralih ke menu Statistik.
Solusi
:
Sebaiknya dibedakan antara link yang pernah digunakan dengan yang belum
digunakan pengunjung. Agar pengunjung lebih mudah mengingat link-link mana saja
pernah dikunjungi.
Gambar 3 Link yang berubah warna setelah
dikunjungi
Gambar
4 Link yang tidak berubah warna, padahal sudah pernah dikunjungi
·
Adanya ketidakkonsistenan dalam link
yang dituju, padahal link yang diklik merupakan link dengan nama yang sama.
Pada submenu Investor Relations (cabang menu Internal) dan pada menu langsung
Investor Realtions yang disertai dengan simbol image. Kedua link ini padahal
sama, tetapi berbeda hasil tampilannya setelah diklik. Jika submenu Investor
Relations ini diklik, ada pilihan menu lagi Investor Relations(Public), yang
menuju ke halaman yang bersangkutan dan Investor Relations(Local. ), yang
menuju halaman yang bersangkutan, tapi error (error disini dikarenakan halaman
ini hanya dapat diakses wilayah lokal).. Sedangkan pada menu langsung Investor Realtions
yang disertai dengan simbol image ternyata akan langsung menuju halaman
Investor Relations(Local), tidak ada pilihan menu seperti yang ada pada menu
Internal, Investor Relations. Dapat dilihat pada Gambar 5 dan Gambar 6.
Solusi
:
Sebaiknya dengan nama menu yang sama, memiliki pilihan menu yang sama pula
(link yang dituju sama), sehingga tidak membuat pengunjung bingung dengan
keadaan seperti yang dijelaskan di atas.
Gambar
5 Menu Internal, Inverstor Relations yang memiliki dua (2) pilihan menu.
Gambar
6 Menu Investor Relations yang jika diklik langsung menuju halaman Inverstor
Relations (Local).
·
Adanya simbol-simbol image yang ambigu.
Simbol-simbol ini berkesan sebagai tombol atau link yang dapat diklik dan
menuju ke halaman lain, padahal kenyataannya tidak seperti itu, hanya image
biasa. Dapat dilihat pada Gambar 6 di atas.
Solusi
:
Sebaiknya jangan membuat simbol image yang berkesan sebagai tombol, padahal
bukan tombol atau link.
·
Ditemukan simbol yang aneh berbentuk
kotak kecil tepat pada form menu Simulasi Pasang Baru.
Dapat dilihat pada Gambar 7.
Solusi
:
Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti itu harus dihindari.
Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi
penilaian pengunjung terhadap web ini.
Gambar
7 Simbol aneh berbentuk kotak kecil tepat pada form menu Simulasi Pasang Baru.
·
Web ini terlalu banyak menggunakan link,
sehingga tidak efisien.
Solusi
:Sebaiknya
jangan terlalu banyak menggunkan link. Sediakan seperlunya saja, sehingga
pengunjung bisa mendapatkan informasi dalam web ini dengan cepat dan mudah.
C.
Konten
Konten merupakan bagian
yang penting dalam sebuah website, tanpa konten yang berguna, maka kurang
berartilah suatu website, karena tujuan pengunjung dalam mengunjungi web adalah
terletak pada konten tersebut.
Konten-konten yang ada
dalam web PT. PLN Persero ini up-to-date dan sangat berguna bagi pengunjung
karena di web ini, pengunjung dapat memperoleh informasi segala hal yang
berhubungan dengan penyediaan tenaga listrik yang disediakan oleh PT. PLN
Persero. Disini pengunjung dapat melakukan simulasi rekening, simulasi
perubahan daya, dan simulasi pasang baru, yang kemudian web akan memprosesnya.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat info tagihan listrik melalui Info Rekening.
Melalui menu ini, pengunjung dimudahkan dengan hanya memasukkan ID Pelanggan
saja, dapat langsung melihat info tagihan bulanannya.
Akan tetapi, dalam web ini ada beberapa kekurangan
yang terjadi dalam hal konten, yaitu :
·
Tidak update-nya Copyright yang ada pada
bagian kanan bawah web. Kesalahan kecil, tetapi dapat mempengaruhi pengunjung,
bisa saja pengunjung langsung mengira bahwa informasi yang ada dalam web ini
tidak update.
Solusi
:
Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti harus dihindari.
Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi
penilaian pengunjung terhadap web ini.
D.
Tampilan Web
Layout merupakan proses
penataan dan pengaturan teks atau grafik pada halaman web yang meliputi
penyusunan, pembagian tempat dalam suatu halaman, pengaturan jarak spasi,
pengelompokan teks atau grafik, dan penekanan pada suatu bagian tertentu.
Kriteria suatu layout dianggap baik, yaitu It Works (menapai tujuannya), It
Organizes (ditata dengan baik) dan It Attracts (menarik bagi pengguna). Layout
ini sangat mempengaruhi tampilan web yang akan dilihat oleh pengunjung.
Tampilan dalam web ini
secara umum tidak konsisten. Jika masih pada halaman utama,, bagian atas
(header), menu-menu utama, menu-menu penunjang, dan footer dapat dikatakan
masih konsisten, dan tertata dengan rapi. Akan tetapi, jika sudah membuka
menu-menu yang ada dalam web ini, contohnya:
·
Membuka halaman Warta PLN yang pada menu
utama Berita, maka akan terlihat halaman yang tidak konsisten, terjadi perubahan
letak yang cukup besar, sehingga tertihat tidak tertata dengan rapi. Dapat
dilihat pada Gambar 1.
Solusi
:
Sebaiknya setiap halaman web didesain dengan memperhatikan prinsip-prinsip
kekonsistenan pada margin, layout, huruf, warna, dan navigasi. Dalam hal ini,
perlu diperhatikan sekali dalam hal layout, seperti yang dijelaskan di atas,
sebuah layout harus ditata dengan baik sehingga dihasilkan tampilan yang baik
pula dan pengunjung web dapat berpindah dari satu bagian kebagian lain dengan
mudah dan cepat.
E.
Huruf (Font)
Salah satu prinsip
kekonsistenan dalam mendesain web adalah kekonsistenan dalam hal huruf (font).
Penggunaan huruf yang ideal dalam setiap halaman web, yakni satu hingga tiga
jenis huruf, jangan sampai melebihi tiga atau empat jenis huruf. Sedangkan
ukuran huruf yang ideal untuk isi halaman web adalah 10-14 point dan judul
adalah 14-30 point. Dalam memilih huruf, sesuaikan dengan tema web dan font
berbeda hanya digunakan untuk memberi penekanan atau untuk membedakan
antarkonten pada web. Perlu diatur juga leading (spasi antara dua baris teks)
dan kerning-nya (jarak spasi antarhuruf).
Secara umum, penggunaan
huruf dalam web ini konsisten, baik dari segi jenis huruf yang dipakai,
pengaturan leading dan kerning-nya, dan ukuran hurufnya. Akan tetapi, tidak
sepenuhnya konsisten, ada penggunaan huruf yang tidak konsisten pada web ini,
yaitu :
·
Penggunaan huruf yang berbeda pada
Simulasi Rekening dengan dua simulasi lain yang ada pada menu Simulasi Padahal,
dua submenu yang ada pada Simulasi, yakni Simulasi Pasang Baru dan Simulasi
Perubahan Daya memiliki bentuk form, jenis dan ukuran huruf yang sama, tetapi
tidak pada Simulasi Rekening. Hal ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan
dalam penggunaan huruf. Pada menu Simulasi Pasang Baru dan Simulasi Perubahan
Daya menunjukkan penggunaan huruf yang konsisten sedangkan pada menu Simulasi
Rekening menunjukkan penggunaan huruf yang tidak konsisten, terlihat jelas
bahwa ukuran hurufnya tidak sama dengan menu Simulasi yang lain.
Solusi
:
Sebaiknya, penggunaan huruf pada tiap halaman web harus konsisten. Apalagi pada
kasus ini, dimana ada menu yang sama (sama-sama merupakan bagian dari menu
Simulasi), tetapi penggunaan huruf yang dipakai tidak konsisten.
F.
Ruang Kosong (Whitespace)
Ruang kosong atau
whitespacebiasan disebut dengan ruang negatif karena menggambarkan suatu runag
terbuka di antara elemen-elemen desain. Runag kosong memisahkan atau menyatukan
elemen-elemen layout, menegaskan sebuah elemen, atau sebagai tempat istirahat
bagi mata. Ruanag kososng sangat besar pengaruhnya dalam sebuah layout. Ruang
kososng ibarat ruang yang disediakan untuk bernafas atau beristirahat. Ruang
kosong juga membantu mengarahkan mata pembaca dari satu titik ke titik lain
sehingga semua isi situs web dapat dinikmati dan dibaca dengan lebih nyaman.
Permasalahan penggunaan
ruang kosong dalam web ini, yakni :
·
Ruang kosong yang terdapat dalam web ini
terlalu banyak, contohnya dapat dilihat pada Warta PLN yang ada dalam menu
Berita. Ketika menu Berita diklik, ada beberapa pilihan menu yang ditampilkan,
salah satunya adalah Warta PLN. Jika menu ini diklik, halaman yang akan
ditampilkan seperti pada Gambar 10 di atas. Isi dari menu Warta PLN ditampilkan
dalam bentuk vertikal dan berada pada sebelah kanan halaman web. Sehingga dapat
terlihat dengan jelas bahwa ada banyak ruang kosong yang terbentuk dan ini
menimbulkan kesan kosong pada halaman tersebut.
Solusi
:Sebaiknya,
berikan ruang kosong seperlunya saja, yang sekiranya dapat member ruang bagi
pengunjung web untuk istirahat atau bernafas sejenak.
G.
Bahasa
Bahasa sangat penting
dalam sebuah web. Dalam web, bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi
kepada pengguna, mencerminkan profesionalitas dan bagus atau tidaknya sebuah
perusahaan. Oleh karena itu, tata bahasa sebaiknya menjadi perhatian yang tidak
kalah penting selain rancangan tampilannya..
Pada web PT PLN Persero
ini, ditemukan beberapa kesalahan dalam penggunaan bahasa, yaitu :
·
Pada menu utama Info Korporate, terdapat
ejaan yang salah, yakni terletak padaKorporate. Ini merupakan masalah yang
kecil, tetapi dapat mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
Solusi
:
Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti ini harus dihindari.
Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi
penilaian pengunjung terhadap web ini. Oleh karena itu, perlu ketelitian dalam
merancang suatu situs web. Korporate disini ada baiknya jika diganti dengan
Perusahaan. Korporate disini tidak jelas bahasanya, bahasa Inggris bukan,
Indonesia pun juga bukan.
·
Pada drop-down list bahasa, pengunjung
dapat memilih pilihan bahasa yang diinginkan jika mengunjungi web ini. Ada dua
(2) pilihan bahasa, yakni English (United States) dan Bahasa Indonesia
(Indonesia). Pada pilihan bahasa Inggris, jika pengunjung memilih ini,
seharusnya semua teks yang berbahasa Indonesia akan langsung berubah menjadi
bahasa Inggris. Akan tetapi, pada kenyataannya web ini tidak begitu, jadi masih
ada menu yang berbahasa Indonesia, meskipun sudah dipilih English (United
States). Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan dalam bahasa pada web PT PLN
Persero ini. Dapat dilihat pada menu Profil Perusahaan. Ketika dipilih English,
menu ini tetap dengan bahasa Indonesia.
Solusi
:
Sebaiknya, jika suatu situs web memutuskan untuk ada pilihan bahasa dalam
webnya, maka perlu diperhatikan pada teks-teks yang ada pada halaman web ini.
Jika pengunjung memilih English, maka semua teks yang ada dalam web akan
berubah menjadi bahasa Inggris.
H.
Breadcrumb
Breadcrumb digunakan
untuk menginformasikan kepada pengunjung mengenai posisi mereka saat ini.
Selain itu, pengunjung juga dapat menelusuri path yang telah dilaluinya sampai
berada di posisi saat ini sehingga pengguna dengan mudah dapat kembali ke
halaman sebelumnya. Pada web ini tidak terdapat breadcrumb.
Solusi
:
Sebaiknya bila perlu, buatkan breadcrumb pada web ini. sehingga mempermudah
pengunjung dalam menjelajah situs dengan cepat dan agar mereka tahu lokasi dan
kedalaman kunjungan mereka di dalam situs web.
I.
Pencarian
Pencarian merupakan
salah satu fitur yang harus ada pada sebuah website. Fitur Pencarian akan
memudahkan pengunjung dalam menemukan informasi tertentu yang ada di web dengan
mudah dan cepat. Pengunjung hanya memasukkan beberapa kata sebagai kata kunci
dan sistem web akan menampilkan halaman hasil yang sesuai dengan kata kunci.
Penggunaan fitur ini tentu lebih menghemat waktu pengunjung daripada harus
browsing ke semua halaman web untuk mendapatkan informasi tertentu.
·
Pada fitur Pencarian di web ini, tulisan
Search seperti tulisan biasa saja yang tidak dapat diklik. Akan tetapi,
ternyata tulisan Search tersebut merupakan tulisan yang dapat diklik setelah
pengunjung memasukkan kata kunci yang ingin dicari.
Solusi
: Sebaiknya,
supaya tidak terjadi keambiguan apakah teks tersebut dapat diklik atau bukan,
maka perlu ditambahkan tombol Search pada fungsi Pencarian tersebut, yaitu
diletakkan pada sebelah kanan dari searchbox. Dengan adanya tombol Search ini,
dapat memudahkan pengunjung dalam menggunkan fitur Pencarian ini.
J.
Browser
Situs web harus
kompatibel dengan berbagai perangkat tampilannya (browser). Salah satu cara
dalam meningkatkan kompatibilitas suatu situs web adalah dengan mengetesnya
pada berbagai browser lain.
Web ini dapat dibuka
pada browser Interner Eksplorer dan Mozilla Firefox. Akan tetapi, ada perbedaan
yang mencolok ketika situs dibuka pada kedua browser tersebut. Seperti yang
terlihat pada Gambar 5 dan Gambar 8.
Gambar
8 Tampilan pada Internet Eksplorer
Perbedaan yakni
terletak pada tampilan menu utama ketika diklik di halaman utama. Gambar 5
menunjukkan tampilan pada Mozilla Firefox. Pada browser ini, situs web tidak
dapat dibuka dengan baik, jika mengklik menu utama, dimana menu utama tersebut
memiliki sub-submenu, hasilnya tidak akan bagus, karena sub-submenu tersebut
akan terbuka di belakang tampilan flash yang ada halaman utama. Hasilnya, kita
tidak dapat melihat ini sub-submenu yang ada pada menu tersebut. Dapat dilihat
dengan jelas pada Gambar 5, dimana gambar ini menunjukkan menu Internal yang
diklik, kemudian ada beberapa sub-submenu yang ditampilkan, tetapi tidak
kelihatan, yang kelihatan hanya submenu Investor Relations (Public dan Local).
Ini cukup mengganggu pengunjung ketika mereka mengunjungi web ini. Hal ini
dapat mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
·
Gambar 8 menunjukkan tampilan pada
Internet Eksplorer. Terlihat dengan jelas bahwa menu utama yang ditampilkan
tidak ada masalah seperti pada tampilan ketika dibuka pada Mozilla Firefox.
Menu utama dan sub-submenu dapat terlihat dengan jelas, tidak berada di
belakang tampilan flash, sehingga tidak mengganggu pengunjung ketika mereka
mengunjungi web ini. Ternyata, di halaman lain pada web ini, yakni pada halaman
Info Rekening, di bagian Copyright-nya ada keterangan yang tertulis Best view
with Internet Eksplorer, seperti terlihat pada Gambar 9. Seharusnya pengembang
tidak mengspesifikan tampilan yang baik pada browser teretntu, karena ini hanya
akan mempersulit pengunjung saja.
Solusi
:
Sebaiknya, pengembang tidak menspesifikan tampilan yang baik pada browser
tertentu saja, tetapi harus kompatibel pada berbagai perangkat tampilan
(browser). Pengembang situs perlu mempertimbangkan bila browser yang dipakai
pengunjung web bisa browser yang berbeda, versi yang berbeda atau dengan
setting yang berbeda pula. Oleh karena itu, kompatibilats pada berbagai browser
perlu diperhatikan oleh pengembang web.
Gambar
9 Tulisan Best view with Internet Eksplorer
K.
Resolusi Layar
Resolusi layar merupakan
hal yang sangat penting dalam tampilan suatu web pada saat pengunjung
mengaksesnya. Pengembang web harus memperhatikan ini, apalagi mengenai lebar
(width) halaman web. Jika lebar dari halaman web melebihi resolusi komputer
pengguna, maka ketika pengunjung mengakses halaman web, pengunjung harus
melakukan scrolling ke samping untuk melihat seluruh konten. Hal ini tentu saja
dapat mempersulit pengunjung web dalam mendapatkan informasi yang ada pada web
tersebut. Ada dua cara dalam menghadapi permasalahan resolusi layar tersebut.
Pertama yakni dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil
resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu, sehingga
tidak perlu ada scroll ke samping. Kekurangannya, dengan lebar halaman yang hanya
800 piksel tidak banyak informasi yang dapat disampaikan. Yang kedua yakni
dengan menggunakan ukuran yang dinamis. Lebar halaman web didefinisikan dengan
menggunakan ukuran persentase. Misalnya, jika lebar halaman didefenisikan 80%
maka ketika dibuka pada komputer dengan resolusi berapapun, maka lebar
halamannya akan memenuhi 80% dari lebar layar. Cara ini merupakan cara yang
lebih baik daripada cara yang pertama karena tidak bergantung kepada resolusi
komputer pengguna. Penyampaian informasi pada halaman web juga menjadi lebih
efektif karena jika resolusi komputer pengguna tinggi, maka informasi yang akan
ditampilkan juga lebih banyak. Jika komputer pengguna memiliki resolusi rendah,
maka informasi pada halaman web tetap tersaji dengan baik karena tidak ada
scrolling ke samping.
·
Web ini mengalami masalah dalam hal
penyajian tiap halaman web, karena ada beberapa halaman yang penyajiannya
memerlukan scroll ke samping. Situs ini sepertinya hanya menggunakan pengaturan
resolusi yang manual, yakin dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan
ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil
dari itu.
Solusi
:
Sebaiknya pengembang web ini menggunakan cara yang terakhir dalam pengaturan
resolusi layarnya, yakni dengan menggunakan ukuran dinamis (lebar halaman web
didefinisikan dengan menggunakan persentase), sehingga halaman web ini dapat
menyesuaikan dengan resolusi komputer.
L.
Scrolling
Seperti yang telah
dibahas sebelumnya mengenai resolusi layar, dijelaskan bahwa resolusi layar
situs web mempengaruhi adanya scrolling pada halaman web. Yang perlu dihindari
dalam perancangan web adalah adanya scrolling ke samping pada halaman web,
karena scrolling ke samping ini akan mempersulit pengunjung dalam mendapatkan
informasi. Biasanya pengunjung web akan merasa malas jika harus ada scrolling
ke samping.
Adapun permasalahan scrolling yang ditemui pada web
ini, yaitu :
·
Dalam web ini ditemui adanya scrolling
ke samping. Tidak hanya satu halaman saja yang ada scrolling ke sampingnya,
akan tetapi ada beberapa halaman yang mengharuskan pengunjung web melakukan
scrolling untuk mendapatkan informasi. Ini sungguh mempersulit pengunjung web.
Scrolling ke samping pada web ini dapat dilihat pada Gambar 10.
Solusi
:
Sebaiknya, pengembang melakukan pengaturan resolusi layar dengan hati-hati
sehingga tidak terjadi hal seperti ini. Pengembang dapat melakukan pengaturan
resolusi layar dengan menggunakan ukuran dinamis (ukuran persentase).

Gambar
10 Scrolling ke samping
M.
Warna
Warna termasuk unsure
yang penting dalam mendesain suatu situs web. Warna dapat menimbulkan kesan
pertama kepada pengunjung ketika menjelajah sebuah situs web, karena warna
adalah hal yang pertama dilihat terutama background. Pilihan warna harus sesuai
dengan brand perusahaan atau organisasi atau individu pemiliknya. Misalnya,
untuk situs komunitas, sebaiknya menggunkan warna-warna hangat yang dapat
membuat suasana lebih santai. Untuk situs informasi, dimana konten lebih
dominan , sebaiknya menggunakan warna yang simple dan tidak mencolok.
Kombinasi warna yang
digunakan dalam web PT. PLN Persero ini konsisten dan serasi. Tidak ada warna
yang mencolok, sesuai dengan pengunjung yang akan mengakses web ini, yaitu
orang dewasa. Dapat dilihat pada gambar-gambar halaman di atas








